jump to navigation

Tujuan Pembelajaran September 8, 2008

Posted by dirgahayu in pembelajaran. trackback

Seri Mengajar dan Pembelajaran di Pendidikan Tinggi (2)

Salah satu syarat keberhasilan proses pembelajaran adalah kejelasan tujuan. Tujuan yang jelas membantu pengajar dalam 

  • berkomunikasi dengan diri sendiri, dengan rekan pengajar, dan -yang paling penting- dengan para pelajar,
  • menetapkan materi bahasan dan urutan penyampaiannya,
  • menentukan media dan kegiatan yang paling tepat dalam pembelajaran,
  • menetapkan cara evaluasi keberhasilan proses pembelajaran dan juga efektifitas pengajaran.

Ada beberapa macam tujuan pembelajaran. Dalam konteks pengajaran, tujuan-tujuan yang paling penting adalah tujuan keseluruhan pendidikantujuan suatu matakuliah, dan tujuan suatu tatapmuka. Tujuan keseluruhan pendidikan bersifat umum, sedangkan tujuan tatapmuka lebih khusus. Serangkaian tatapmuka membentuk satu matakuliah, maka tujuan tiap tatapmuka harus berperan dalam mencapai tujuan matakuliah. Demikian juga, serangkaian matakuliah membentuk keseluruhan pendidikan, maka tujuan tiap matakuliah harus berperan dalam mencapai tujuan keseluruhan pendidikan.

Taruh kata seorang pengajar telah mengetahui tujuan matakuliah yang harus ia ajarkan. Ia harus menentukan tujuan yang harus dicapai di tiap tatapmuka. Satu tujuan matakuliah mungkin bisa dicapai dalam satu tatapmuka, sedangkan tujuan yang lain mungkin memerlukan beberapa kali tatapmuka. 

Dua pertanyaan yang bisa membantu pengajar menetapkan tujuan tatapmuka adalah:

  • Tujuan matakuliah mana yang ingin dicapai dalam tatapmuka ini?
  • Pada (aspek) tujuan matakuliah mana pelajar harus ditingkatkan kemampuannya dalam tatapmuka ini?

Dalam menentukan tujuan, ada dua macam pendekatan yang bisa dipakai.

Satu, tujuan berorientasi kebutuhan.
Pengajar terlebih dulu mempelajari kebutuhan pekerjaan di masa depan: Pekerjaan apa yang akan dilakukan oleh pelajar di masa depan? Prosedur apa yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, pengajar dapat menentukan prosedur yang harus diajarkan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan prosedur tersebut secara benar. Tujuan matakuliah dan tujuan tiap tatapmuka diturunkan dari kebutuhan-kebutuhan ini.

Dua, tujuan berorientasi isi.
Pengajar mempunyai gagasan tentang isi matakuliah dan kemungkinan pemanfaatannya. Berdasarkan gagasan itu, pengajar menentukan tujuan matakuliah dan tujuan tiap tatapmuka. Pada pendekatan ini, kebutuhan masa depan bisa terabaikan karena (i) matakuliah tidak mencakup pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan di masa depan, (ii) matakuliah malah mengajarkan bahasan yang tak diperlukan, atau (iii) pengajar jadi tidak fokus pada penerapan pengetahuan. 

Akan tetapi, pendekatan ini masih bisa dipakai jika

  • tujuan matakuliah cocok dengan pekerjaan di masa depan,
  • isi matakuliah berfokus pada penggunaan pengetahuan, bukan pada pengetahuan itu sendiri.

Di tingkat PT, kemampuan yang dikembangkan adalah kemampuan kognitif atau kemampuan membuktikan pernyataan. Dalam mengembangkan kemampuan kognitif, ada enam level tujuan yang bisa diraih. 

  1. mengetahui: mampu menyampaikan ulang pengetahuan seperti yang diajarkan.
  2. memahami: mampu menyampaikan pengetahuan dengan cara sendiri.
  3. menerapkan: mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi yang tepat.
  4. menelaah: mampu memecah masalah rumit menjadi masalah-masalah penyusunnya yang lebih sederhana.
  5. menyusun: mampu menggabungkan bagian-bagian menjadi suatu kesatuan dengan struktur atau pola baru.
  6. menilai: mampu memberikan penilaian yang masuk akal atas suatu pernyataan.

Dua level tujuan pertama (mengetahui dan memahami) bisa diraih pada tahap orientasi dalam proses pembelajaran. Level-level tujuan yang lain diraih pada tahap aplikasi dan evaluasi.

Suatu tujuan semestinya dirumuskan dalam pernyataan yang terukur. Untuk itu, tujuan harus mengandung:

  • kata kerja aktif yang menyatakan suatu perilaku,
  • bahasan yang dirujuk,
  • kondisi (misal: topik, waktu, buku), dan
  • hasil minimal.

Contoh: Di akhir tatapmuka, pelajar bisa menyebutkan empat metode kriptografi yang bisa digunakan untuk mendeteksi keutuhan pesan.

  • perilaku: menyebutkan
  • bahasan: metode kriptografi
  • kondisi: pendeteksian keutuhan pesan
  • hasil minimal: empat metode.

Acuan primer
Rowntree, D. Teaching through Self-instruction, Kogan Page, New York, USA, 1986.
Terlouw, C. De Fundes-procedure voor het ontwikkelen van onderwijs, University of Twente, The Netherlands, 1989.
Kallenberg, A.J., van der Grijspaarde, L., ter Brake, A., van Horzen, C.J. Leren (en) doceren in het hoger onderwijs, Lemma, Utrecht, The Netherlands, 2005.

Comments»

1. Ebay hot items - September 15, 2008

Very interesting site, nice design, greetings :)

2. lucky - November 5, 2008

thanks, moga bermanfaat

3. pj - February 4, 2009

tulisannya bermanfaat, thx..

4. Ririn Sanusi - October 15, 2009

Alhamdulillah,,, artikel ini membantu banget buat jadi bahan tugas bikin paper dari dosen

5. mira - June 21, 2010

thx…tulisan na benar-benar membantu